jpnn.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 147 Rukun Tetangga (RT) dan 19 ruas jalan di ibu kota terendam banjir pada Minggu hingga pukul 11.00 WIB. Peristiwa ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur serta luapan sejumlah sungai di wilayah tersebut.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Isnawa menjelaskan ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter (cm) hingga mencapai 1,7 meter. Wilayah dengan genangan tertinggi berada di Jakarta Selatan.
"Ada tiga RT di Kelurahan Cipete Utara, satu RT di Kelurahan Cipulir, dan satu RT di Kelurahan Pela Mampang yang terendam banjir sampai 1,7 meter," katanya.
Data BPBD mencatat sebaran genangan terbanyak berada di Jakarta Timur dengan 60 RT terdampak, disusul Jakarta Selatan sebanyak 56 RT, dan Jakarta Barat sebanyak 31 RT. Di Jakarta Timur, genangan tertinggi mencapai 150-160 cm di Kelurahan Bidara China dan 130 cm di Kelurahan Kampung Melayu yang merendam 19 RT. Sementara di Jakarta Selatan, selain tiga kelurahan dengan genangan 1,7 meter, Kelurahan Petogogan mencatatkan jumlah RT terendam terbanyak yaitu 39 RT dengan ketinggian 20 cm.
Selain merendam pemukiman, banjir juga mengganggu akses transportasi di sejumlah ruas jalan utama. Beberapa ruas yang tergenang antara lain Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot di beberapa titik seperti KM 13 dan depan Halte Taman Kota, Jalan Cileduk Raya (Seskoal, Kolong ITC, hingga Pom Bensin Shell), Jalan Kapten Pierre Tendean, serta tiga ruas jalan di Jakarta Pusat yakni Jalan Karet Pasar Baru Barat I, Jalan Petamburan II, dan Jalan Bendungan Hilir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 120 cm.
Akibat banjir tersebut, sebanyak 46 kepala keluarga atau 72 jiwa terpaksa mengungsi. Para pengungsi berasal dari Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, dan saat ini berlokasi di Mushola Al Inayah RT 13/RW 08.
Isnawa menambahkan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Upaya ini dilakukan bersama para lurah dan camat setempat, sekaligus menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas dengan target genangan dapat surut dalam waktu cepat.
















































