jatim.jpnn.com, SURABAYA - Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi kreatif di Indonesia.
Provinsi ini masuk tiga besar penyumbang nilai ekspor ekonomi kreatif nasional pada sejumlah subsektor unggulan, mulai dari kriya, kuliner, game developer hingga fotografi.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan capaian tersebut menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi kreatif nasional sekaligus memperluas penetrasi produk kreatif Indonesia di pasar global.
“Jawa Timur masuk dalam tiga besar provinsi dengan nilai ekspor ekonomi kreatif tertinggi secara nasional pada empat subsektor unggulan. Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” kata Teuku Riefky di Surabaya, Kamis (30/7).
Menurut dia, Jawa Timur didukung ekosistem industri kreatif yang semakin matang dengan daya saing yang kuat di berbagai subsektor, seperti fesyen, kuliner, kriya, gim, film, musik hingga aplikasi digital.
Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Kreatif, subsektor kriya menjadi penyumbang terbesar ekspor ekonomi kreatif Jawa Timur.
Dari total ekspor nasional sebesar US$3,82 miliar, Jawa Timur mencatat nilai ekspor sekitar US$870 juta atau berkontribusi 22,9 persen terhadap total nasional.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi kedua setelah DKI Jakarta. Pada subsektor kuliner, Jawa Timur juga masuk tiga besar nasional.



















































