jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyebut kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sudah melumpuhkan aktivitas warga, mengganggu kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
“Kalimantan sudah seperti setengah neraka sekarang karena karhutla yang semakin parah," kata Daniel kepada awak media, Jumat (21/8).
Legislator fraksi PKB itu mendorong pemerintah menetapkan status bencana nasional terhadap kasus karhutla di Kalimantan.
Pemerintah perlu menetapkan status Karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan," lanjutnya.
Daniel meminta pemerintah tidak berhenti menyajikan jumlah hotspot sebagai data pemantauan kasus karhutla di Kalimantan.
"Setiap hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam,” katanya.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik.
Menyusul kemudian Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara ada tiga titik.






















































