jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Gangguan penglihatan seperti refraksi dan katarak masih menjadi persoalan kesehatan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Untuk mempercepat penanganan, BSI Maslahat berkolaborasi dengan Eyelink Foundation menggelar bakti sosial operasi katarak dan pembagian kacamata gratis selama Februari di Sidoarjo.
Kegiatan yang dipusatkan di Klinik Mata KMU Sidoarjo itu menemukan gangguan refraksi seperti rabun jauh (minus), rabun dekat (presbiopi), hingga silinder menjadi keluhan terbanyak masyarakat di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
Selain itu, kasus katarak juga masih banyak ditemukan, terutama pada kelompok usia lanjut.
Dokter Spesialis Mata sekaligus penanggung jawab Klinik Mata KMU Sidoarjo dr Miftakhur Rochmah, SpM, menjelaskan katarak yang tidak segera ditangani dapat menurunkan fungsi penglihatan secara signifikan, bahkan berisiko menyebabkan kebutaan.
“Dampaknya bukan hanya pada kemampuan melihat, tetapi juga memengaruhi kemandirian, produktivitas, hingga kualitas hidup pasien,” ujarnya.
Dia menambahkan gangguan refraksi yang tidak ditangani dengan penggunaan kacamata juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari.
“Alat bantu penglihatan sangat penting untuk membantu kinerja saraf mata agar penglihatan optimal,” katanya.

















































