jatim.jpnn.com, SURABAYA - Komandan Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto memastikan proses investigasi kasus peluru nyasar di Gresik masih terus berjalan, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan.
Dia mengatakan sejak awal pihaknya telah melakukan penanganan terhadap korban, mulai dari pengobatan hingga perawatan.
“Untuk korban, pengobatan dan perawatan sudah kami lakukan. Salah satu keluarga sudah menerima, sedangkan satu pihak lainnya masih belum ada titik temu. Namun, kami tetap terbuka untuk komunikasi,” ujar Oni.
Menurutnya, proses hukum saat ini juga sedang berjalan di Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodareal) dan pihaknya akan mengikuti seluruh tahapan sesuai prosedur.
“Tidak ada saling mengeklaim, kami sangat terbuka. Kalau ada kesalahan SOP, siapa pun yang bertanggung jawab akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku, tidak hanya retorika,” ucapnya.
Dalam proses investigasi, sebanyak 119 personel telah diperiksa. Selain itu, uji balistik juga akan dilakukan untuk memastikan penyebab peluru bisa keluar dari area latihan.
“Kami akan lakukan uji tembak untuk mengetahui jangkauan peluru dan mencari titik permasalahan secara akurat,” jelasnya.
Pasmar 2 juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk produsen senjata PT Pindad, guna memperoleh data teknis sebagai bahan analisis.



















































