jpnn.com - JAKARTA BARAT - Pemerintah Kecamatan Tambora mengerahkan sekitar 180 personel gabungan bersama warga dalam kegiatan kerja bakti terpadu mengeruk saluran Penghubung (PHB) Jalan KH. Moh. Mansyur, di depan Pasar Mitra, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (12/4).
Kegiatan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir sekaligus penanganan penumpukan sampah yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu mengatakan kondisi saluran PHB di lokasi tersebut mengalami pendangkalan cukup parah akibat penumpukan sampah dan lumpur.
Kedalaman saluran yang idealnya mencapai dua meter saat ini hampir tertutup material sedimen hingga menyerupai tanah.
"Saluran ini panjangnya kurang lebih 450 meter dengan lebar sekitar empat meter. Kedalaman idealnya dua meter, tetapi saat kami turun ke dalam saluran, airnya tidak sampai menenggelamkan karena sudah dipenuhi sampah dan lumpur," ujar Aji.
Dia menjelaskan, kerja bakti terpadu yang dilaksanakan serentak di wilayah Jakarta Barat tersebut difokuskan pada pembersihan saluran sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir, meskipun wilayah Tambora tidak termasuk daerah prioritas banjir.
Namun, genangan air masih kerap terjadi di sejumlah gang saat hujan deras.
"Memang Tambora bukan wilayah prioritas banjir, tetapi saat hujan tetap ada genangan hingga setinggi lutut bahkan paha di beberapa titik. Karena itu, saluran PHB ini menjadi urat nadi aliran air yang harus dijaga agar tetap berfungsi," katanya.






















































