jpnn.com - NORTH CAROLINA - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap seorang mantan tentara bernama Courtney Williams.
Perempuan 40 tahun asal Wagram, North Carolina, itu diduga membocorkan informasi rahasia untuk bahan buku yang ditulis wartawan.
Courtney pernah bertugas di Komando Operasi Khusus (SOCOM), sebuah unit tempur di bawah Departemen Pertahanan. Pada Rabu (8/4) lalu, dia didakwa memasok informasi rahasia yang dianggap menyangkut pertahanan nasional kepada pihak tidak berwenang
Informasi rahasia itu menjadi bahan untuk buku yang mengungkap tentang perdagangan narkoba, pembunuhan, dan korupsi di pangkalan militer tempat Courney bertugas. Syahdan, jaksa pun mendakwa Cournet melanggar Undang-Undang Spionase.
“Dakwaannya penyampaian informasi pertahanan nasional rahasia kepada individu yang tidak berwenang untuk menerimanya, termasuk seorang jurnalis," ujar pernyataan Departemen Kehakiman AS.
Meski pernyataan Departemen Kehakiman AS tidak menyebut judul buku dan penulis yang menerima pasokan informasi dari Courtney, arah tuduhan itu jelas. Kasusnya mengarah pada buku berjudul "The Fort Bragg Cartel: Drug Trafficking and Murder in the Special Forces" karya jurnalis Seth Harp.
Buku nonfiksi yang dirilis pada 2025 itu membongkar praktik perdagangan narkoba dan pembunuhan di dalam dan sekitar Fort Bragg, sebuah instalasi Angkatan Darat AS di Fayetteville, North Carolina. Fort Bragg juga dikenal sebagai markas untuk pasukan khusus AS, termasuk Delta Force.
Kasus yang menjerat Courney itu muncul di tengah kekhawatiran para pendukung kebebasan berbicara akan sifat agresif pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap pegawai maupun pejabat yang membocorkan rahasia pemerintah ke media. Kebocoran itu dipicu kekecewaan para pegawai terhadap kebijakan dan tindakan pemerintahan Trump.
Mengutip dokumen pengadilan, Departemen Kehakiman AS membeber pesan dari Courtney kepada wartawan cum penulis buku. Saat buku hasil investigasi itu dirilis, Courtney sempat mengirim pesan yang isinya mengenai kekhawatirannya tentang jumlah informasi rahasia yang diungkap ke publik.






















































