jpnn.com - Keakraban Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam perayaan HUT ke-81 RI belum bisa menjadi penanda peta politik menuju Pilpres 2029 bakal sama dengan Pilpres 2024.
Peneliti senior Citra Institute Efriza menilai konfigurasi politik menuju 2029 masih sangat cair.
“Posisi duduk dan keakraban itu tidak dapat langsung dimaknai bahwa peta politik menuju Pilpres 2029 tidak banyak berubah,” kata Efriza kepada JPNN.com, Jumat (21/8).
Menurut dia, partai politik masih menahan diri untuk membangun poros politik menuju Pemilu 2029.
Bahkan, partai-partai yang kini berada di dalam pemerintahan belum sepenuhnya menunjukkan sikap untuk kembali mendukung Prabowo sebagai calon presiden.
“Apalagi untuk bersepakat mendukung dua periode Prabowo-Gibran seperti yang didorong Jokowi,” ujarnya.
Meski demikian, Efriza melihat keakraban ketiga tokoh tersebut tetap memiliki makna simbolik. Hal itu menunjukkan masih kuatnya kedekatan dan kesinambungan politik antara Prabowo, Jokowi, dan Gibran.
Efriza menilai Prabowo juga memiliki daya pikat politik yang kuat. Gerindra sebagai partai pengusungnya diprediksi menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun poros besar menuju Pilpres 2029.






















































