jpnn.com - KENDAL - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menyelenggarakan sarasehan di Widuri, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.
Kegiatan itu dalam rangka monev Program Pemberdayaan di Widuri dan Sukorejo, dua kawasan perdesaan prioritas.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris menyampaikan bahwa Kawasan Widuri Pegandon, yang di-launching oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat pada 17 September 2025, kini telah memasuki lima bulan implementasi dan menunjukkan perkembangan sebagai model nyata pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan.
“Kawasan Widuri bukan sekadar proyek, melainkan ruang kolaborasi nyata masyarakat, desa-desa sekitar menjadi penerima manfaat sekaligus pelaku utama pembangunan,” ujarnya, Kamis (12/2).
Sarasehan itu dilatarbelakangi kondisi sosial ekonomi wilayah. Di Desa Wonosari, tercatat 576 individu berada pada desil 1 (14,53%).
Di Kabupaten Kendal, jumlah individu desil 1 mencapai 35.612 orang (9,3%), sementara di tingkat Provinsi Jawa Tengah lebih dari 4,06 juta individu (10,15%) masih berada pada kelompok desil 1.
Data ini menegaskan urgensi pendekatan pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi dampak.
Sejalan dengan agenda nasional, pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026 serta penciptaan lapangan kerja baru pada tahun 2026.




















































