Kenakalan Remaja di Surabaya Diklaim Menurun Berkat Kebijakan Jam Malam

5 hours ago 1

Selasa, 21 April 2026 – 12:37 WIB

Kenakalan Remaja di Surabaya Diklaim Menurun Berkat Kebijakan Jam Malam - JPNN.com Jatim

Sebanyak 20 pelaku vandalisme ditangkap Satpol PP Kota Surabaya selama periode Januari-April 2026. Mereka rata-rata berusia di bawah umur. Foto: Diskominfo Surabaya

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemberlakuan Jam Malam di Kota Surabaya diklaim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), berdampak terhadap angka kenakalan remaja.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengungkapkan jumlah kasus yang ditangani pada tahun lalu tercatat lebih dari 450 kasus. Adapun tahun ini, jumlahnya turun jauh hingga berada di bawah 100 kasus.

“Kebijakan pembatasan aktivitas malam hari menjadi salah satu faktor penting dalam menekan potensi kenakalan remaja,” ujar Ida, Senin (21/4).

Selain itu dia juga mengungkapkan, perubahan pendekatan dalam penanganan juga menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.

Menurutnya, apabila sebelumnya anak-anak yang terjaring hanya menjalani konseling singkat di markas Satpol PP sebelum dipulangkan, kini pihaknya menerapkan model pembinaan yang lebih intensif.

“Anak anak yang terlibat dalam kasus seperti konsumsi minuman keras, tawuran, hingga keterlibatan geng motor, tidak langsung dipulangkan. Mereka terlebih dahulu ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pembinaan menyeluruh,” bebernya.

Program pembinaan tersebut berlangsung selama 7 hingga 14 hari. Selama periode itu, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendampingan psikologis, tetapi juga tetap difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan.

“Program ini sendiri telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu dan secara bertahap menunjukkan dampak positif. Jumlah anak yang harus menjalani pembinaan di rumah aman kini semakin berkurang, seiring meningkatnya kesadaran dan efek jera dari pendekatan yang diterapkan,” jelasnya.

Penerapan jam malam di Surabaya dinilai efektif tekan kenakalan remaja. Kasus turun dari 450 menjadi di bawah 100 berkat pembinaan dan pengawasan keluarga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |