jpnn.com - HULU SUNGAI UTARA - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) menegaskan bahwa inovasi daerah harus terus berkembang dan tidak berhenti pada satu capaian.
Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan inovasi daerah ialah menjaga keberlanjutan.
"Kita perlu memahami, inovasi memiliki siklus hidup, ketika sudah mencapai titik kematangan, maka harus segera dibuka ruang untuk pembaruan berikutnya. Jika tidak, inovasi akan stagnan dan kehilangan relevansinya,” kata Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo dalam paparannya pada kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Bapperida Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, di Gedung Abdul Wahid Amuntai, Rabu (15/4).
Lebih lanjut dalam paparannya, Yusharto mengingatkan, pemerintah daerah perlu mengidentifikasi momentum untuk menciptakan “jendela inovasi” baru sebagai kelanjutan dari inovasi yang sudah ada.
Upaya ini menjadi kunci agar inovasi tetap adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan.
Dia menambahkan, inovasi daerah bukan hanya soal menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan inovasi itu tidak hanya diukur dari segi kuantitas jumlahnya, tetapi dari kualitasnya. Artinya, sejauh mana inovasi tersebut terus berkembang, diperbarui, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusharto mendorong Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) untuk memperkuat ekosistem inovasi, termasuk melalui peningkatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan, serta penguatan monitoring dan evaluasi secara berkala.




















































