jpnn.com, JAKARTA - Majelis Kaum Betawi (MKB) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Grand Alia Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8).
Kongres itu menjadi momentum penguatan kembali institusi adat Betawi sekaligus upaya merangkul berbagai potensi masyarakat Betawi yang selama ini masih tersebar di sejumlah organisasi dan komunitas.
KLB dibuka oleh Ketua Dewan Adat MKB (eks Gubernur DKI Jakarta) H. Fauzi Bowo atau Bang Foke.
Dalam kongres itu, MKB membahas sejumlah agenda terkait arah kelembagaan adat dan kebudayaan Betawi.
Salah satu agenda utama adalah perubahan nama Majelis Kaum Betawi (MKB) menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) sekaligus menetapkan kaidah dasar kelembagaan.
Penyesuaian tersebut diarahkan untuk menyelaraskan kelembagaan masyarakat Betawi dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), sekaligus memperkuat posisi lembaga adat sebagai wadah yang dapat menaungi berbagai unsur masyarakat Betawi.
Selain perubahan nomenklatur, KLB juga menetapkan dan mengukuhkan H. Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat LAKB.
Dalam agenda tersebut, Fauzi Bowo turut diberikan gelar Datuk Mua'allim Ahlul Adat sebagai bentuk penghormatan terhadap kiprah dan perannya dalam penguatan adat dan kebudayaan Betawi.






















































