bali.jpnn.com, DENPASAR - Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali bersinergi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menggelar lokakarya strategis bertajuk "Transformasi Digital Berbasis AI untuk Praktisi Media", kemarin (8/5).
Sebanyak 21 jurnalis terpilih dari wilayah Bali, NTB, dan NTT berkumpul untuk mendalami potensi akal imitasi (AI) dalam dalam dunia media.
“Sangat krusial bagi insan media untuk memahami kemampuan AI sekaligus cara berinteraksi dengannya secara etis,” ujar Konsul Australia untuk Diplomasi Publik, Lachlan Norton, saat membacakan sambutan Konjen Australia di Bali, Jo Stevens.
Melalui inisiatif ini, Pemerintah Australia berkomitmen membantu industri media di Indonesia tumbuh lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemanfaatan AI yang tepat diharapkan mampu memperkokoh pilar demokrasi serta menjadi senjata ampuh dalam melawan gempuran hoaks.
Pemerintah Australia menekankan pentingnya bagi awak media untuk memahami lebih dari sekadar permukaan teknologi, melainkan menyelami arsitektur dan kapabilitas instrumen AI generasi terbaru.
Lokakarya ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi jurnalis di wilayah Bali dan Nusa Tenggara untuk meningkatkan standar kompetensi mereka.
Anggota Dewan Penasihat dan Legislatif AJI Indonesia Ika Ningtyas mengingatkan bahwa secanggih apa pun AI, Kode Etik Jurnalistik tetaplah panglima.


















































