jpnn.com - Sebuah kontainer yang hendak dikirim ke Afrika melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terpaksa dibongkar petugas setelah ditemukan ribuan kilogram merkuri cair yang diduga akan diselundupkan.
Awalnya, kontainer tersebut tercatat dalam dokumen ekspor membawa muatan berupa keramik dengan tujuan Burkina Faso. Namun hasil pemeriksaan petugas Bea Cukai dan Polri menemukan adanya perbedaan antara isi dokumen dengan barang sebenarnya.
Dari pemeriksaan lapangan, petugas menemukan sejumlah wadah berisi cairan berwarna perak yang disembunyikan di antara susunan palet keramik.
Sebanyak 251 botol plastik dan 71 jeriken berisi cairan tersebut sengaja ditutup menggunakan aluminium foil untuk menghindari pendeteksian.
Setelah dilakukan pengujian laboratorium, cairan itu dipastikan merupakan merkuri dengan total berat mencapai 3,4 ton atau 3.428 kilogram. Nilai barang tersebut diperkirakan mencapai Rp 17,5 miliar.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya Agus Cahyono mengatakan temuan itu bermula dari hasil analisis intelijen terhadap aktivitas ekspor yang dianggap memiliki tingkat risiko tertentu.
“Pelaku menggunakan modus concealment, yakni menyembunyikan merkuri cair di dalam botol plastik dan jeriken yang ditempatkan di sela-sela palet keramik,” ujar Agus saat konferensi pers di Surabaya, Kamis (30/7).
Menurut dia, penggunaan aluminium foil pada kemasan diduga bertujuan mengurangi kemungkinan barang tersebut terdeteksi saat proses pemeriksaan menggunakan alat pemindai.






















































