bali.jpnn.com, DENPASAR - Gubernur Wayan Koster angkat bicara setelah terjadi musibah longsor di area Turyapada Tower seusai hujan lebat mengguyur Bali, Minggu (11/1) lalu.
Longsor dilaporkan terjadi di Desa Adat Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.
Material longsor menimpa rumah I Kadek Ribek, warga setempat, dan menutup akses jalan dengan lebar sekitar tiga meter.
Lokasi kejadian diketahui bersebelahan dengan menara pemancar siaran Turyapada Tower.
Koster memastikan longsor yang menimpa rumah I Kadek Ribek bukan disebabkan oleh Turyapada Tower, sebab jaraknya jauh dan belum menjadi lahan milik pemerintah.
Menurut Koster, area rumah milik I Kadek Ribek itu di luar jangkauan bangunan utama Turyapada Tower.
Namun, diakui Koster, sejak lama lokasi kejadian dipetakan untuk dijadikan kawasan penunjang destinasi wisata baru tersebut.
“Oh, bukan bangunan (Turyapada Tower).

















































