jpnn.com, PEKANBARU - Kredit Pintar turut berpartisipasi dalam program edukasi bertajuk “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Program ini merupakan bagian dari komitmen industri Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer-to-peer lending (pindar) dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait pendanaan digital di Indonesia.
Melalui program edukasi ini, AFPI bersama para anggotanya, termasuk Kredit Pintar, berupaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai: pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan layanan pendanaan digital secara bertanggung jawab, pentingnya memilih platform yang berizin dan diawasi OJK.
“Kami melihat pentingnya program edukasi ini bagi kalangan mahasiswa sehingga ke depannya program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, dapat meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak dan pemanfaatan layanan pindar secara bertanggung jawab,” ujar Puji Sukaryadi, Head of Brand & Communications Kredit Pintar.
Pada sesi talkshow, Revana Aryani, Head of Risk Kredit Pintar, membawakan materi dengan tema: “Melek Finansial dengan #TemanAturUang: Panduan Bijak Mengenali Jenis Pinjaman dan Mengelola Keuangan bersama Kredit Pintar”.
Revana menegaskan pemahaman keuangan merupakan fondasi penting dalam mencapai kemandirian finansial.
Dia juga mengingatkan lima hal penting sebelum mengambil pinjaman, yakni pinjam sesuai kebutuhan, cicilan sesuai kemampuan, memahami bunga dan biaya, memilih platform berizin OJK, serta membayar tepat waktu.
“Melalui kampanye #TemanAturUang, Kredit Pintar terus berkomitmen menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan relevan bagi generasi muda agar menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab,” serunya.




















































