jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap USD melemah 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.349 per USD pada Kamis pagi.
Mata uang Garuda pada penutupan sebelumnya berada di level Rp 17.326 per USD.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah terhadap mata uang global utama pada sesi perdagangan Rabu (29/4/2026) terjadi seiring dengan positioning yang dilakukan investor menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
"Sentimen kehati-hatian juga tecermin dari tren kenaikan imbal hasil US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN)," kata Josua di Jakarta, Kamis
Pada pertemuan FOMC April 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,50-3,75 persen.
Keputusan tersebut diwarnai oleh empat suara dissenting, ketika Stephen Miran mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis points, sementara tiga anggota lainnya menolak pencantuman sinyal pelonggaran dalam pernyataan resmi.
The Fed menyampaikan pihaknya terus memantau implikasi ekonomi dari perkembangan di Timur Tengah dan siap menyesuaikan kebijakan apabila diperlukan.
"Pasar menilai pernyataan tersebut lebih hawkish, yang mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan US Dollar Index pada Rabu (29/4/2026)," ucap dia.





















































