jpnn.com, JAKARTA - Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Ridwan Fawallang menyoroti dugaan korupsi besar di tubuh BUMN yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp190 triliun per tahun.
Dia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas utama guna menyelamatkan aset negara serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Perusahaan negara yang seharusnya dikelola dengan transparan dan profesional, bukan menjadi lahan permainan segelintir oknum untuk meraup keuntungan pribadi,” ujar Ridwan Fawallang dalam keterangannya, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, Ridwan menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya tidak sekadar retorika dalam memerangi korupsi. Diamenilai pidato-pidato Presiden menunjukkan tekad kuat dalam membongkar praktik korupsi hingga ke akar-akarnya.
“Presiden Prabowo pernah menegaskan bahwa koruptor akan dikejar sampai ke Antartika. Ini bukan sekadar omong kosong, tetapi peringatan keras bahwa tidak ada tempat aman bagi para perampok uang rakyat,” tegasnya.
Menurut Ridwan, era kepemimpinan Prabowo Subianto membawa semangat baru dalam upaya membersihkan Indonesia dari mafia-mafia korupsi yang telah lama mengakar. Bahkan, langkah pemberantasan ini disebut mulai menyasar para elite bisnis, termasuk salah satu orang terkaya di Asia yang selama ini diduga terlibat dalam permainan minyak dan eksploitasi sumber daya negara.
Sebagai akademisi, Ridwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdiri di barisan kebenaran dan mendukung penuh langkah Presiden dalam membersihkan Indonesia dari koruptor.
“Jangan biarkan Presiden berjuang sendirian. Rakyat harus bersatu melawan para perampok uang negara yang telah menyengsarakan bangsa ini selama bertahun-tahun,” pungkasnya. (tan/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi: