Masyarakat Adat Klamono Desak Bos Capitol Group Turun Langsung Penuhi Janji Kompensasi Sejak 2005

3 hours ago 7

Masyarakat Adat Klamono Desak Bos Capitol Group Turun Langsung Penuhi Janji Kompensasi Sejak 2005

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kuasa hukum Marga Malak Yulinda Elsa Ririhena bersama warga dari marga Malak, salah satu dari 14 marga masyarakat adat Klamono sebagai pemilik tanah ulayat lokasi kebun sawit PT HIP di bawah naungan Bos Capitol Group segera memenuhi janjinya. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat adat dari 14 marga dengan Marga Malak sebagai garda terdepan menyatakan sikap tegas dan memberikan peringatan keras terhadap PT Hendrison Inti Persada (HIP) di bawah naungan PT The Capitol Group.

Konflik lahan yang berkepanjangan ini telah mencapai titik didih di mana masyarakat menyatakan kesiapannya untuk mempertahankan tanah ulayat mereka hingga titik darah penghabisan.

Hal ini disampaikan oleh Yulinda Elsa Ririhena, kuasa hukum Marga Malak, satu dari 14 marga masyarakat adat Klamono sebagai pemilik tanah ulayat lokasi kebun sawit PT HIP.

“Masyarakat menegaskan mereka tidak akan mundur sedikit pun dan siap "mandi darah" demi memperjuangkan hak dan tanah warisan leluhur yang telah dirampas secara sepihak oleh perusahaan," ujar Yulinda Elsa seperti dilansir JPNN Papua pada Kamis (19/2/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat menuntut dengan tegas agar pimpinan tertinggi perusahaan Jimmy Wijaya segera turun langsung ke lokasi untuk menemui warga.

"14 Marga masyarakat menyatakan penolakan keras untuk berdialog dengan bawahan atau perwakilan perusahaan yang dianggap tidak memiliki wewenang penuh dalam mengambil keputusan. Mereka minta Jimmy Wijaya hadir," tegas pengacara perempuan ini.

"Mereka menuntut pembayaran hak-haknya, lalu kompensasi lain yang pernah dijanjikan untuk segera dipenuhi. Perusahaan harus stop seluruh operasional di lahan sengketa sebelum ada pertemuan langsung dengan pemilik perusahaan," ujar Yulinda Elsa.

Yulinda menyebut pengalaman pahit di masa lalu, termasuk insiden pada tahun 2022 di mana warga Marga Malak dilaporkan sempat ditodong pistol sebagai bentuk intimidasi, membuat kepercayaan warga terhadap utusan perusahaan telah hilang sepenuhnya.

Masyarakat adat dari 14 marga dengan Marga Malak memberikan peringatan keras terhadap PT Hendrison Inti Persada di bawah naungan PT The Capitol Group.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |