jpnn.com, JAKARTA - Oleh : Anggota DPR RI Partai Gerindra Azis Subekti
Dalam setiap fase sejarahnya, bangsa ini selalu diuji oleh satu pertanyaan mendasar: apakah kita sungguh memahami apa yang sedang kita bangun?
Ataukah kita sekadar terjebak dalam riuh perdebatan anggaran yang memisahkan hal-hal yang sejatinya tidak pernah terpisah?
Belakangan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipertentangkan dengan anggaran pendidikan.
Angka-angka dilempar ke ruang publik, seolah-olah kebijakan harus dipilih seperti menu tunggal: jika kita memberi makan anak, maka kita mengurangi hak guru; jika kita menaikkan kesejahteraan guru, maka kita menunda pemenuhan gizi murid.
Logika semacam ini bukan hanya dangkal—ia berbahaya. Ia menciptakan dikotomi palsu yang menyesatkan arah berpikir publik.
Saya ingin mengatakan ini dengan terang: membandingkan anggaran MBG dengan gaji guru adalah kekeliruan kategoris.
Itu seperti membandingkan hak anak dan hak orang tua. Keduanya berdiri dalam satu ekosistem etis yang sama. Mengadu keduanya berarti merusak fondasi rumah yang sedang kita bangun bersama.



















































