Melihat Semarak Dugderan, Tradisi Menyambut Ramadan di Semarang

3 hours ago 18

Senin, 16 Februari 2026 – 20:46 WIB

Melihat Semarak Dugderan, Tradisi Menyambut Ramadan di Semarang - JPNN.com Jateng

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memerankan tokoh Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum naik kereta kencana dalam karnaval Dugderan. FOTO: Humas Pemkot Semarang.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Dugderan, tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan kembali digelar meriah di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Perayaan tahunan ini diawali dengan penabuhan beduk di Balai Kota Semarang, kemudian dilanjutkan kirab menuju Masjid Agung Semarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti turut ambil bagian dalam prosesi dengan memerankan tokoh Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum.

Dia membacakan sambutan menggunakan bahasa Jawa sebelum menabuh beduk besar yang menjadi penanda dimulainya rangkaian Dugderan.

Suasana makin semarak dengan pertunjukan Tari Dugder serta kehadiran Warak Ngendog sebagai simbol budaya khas Semarang. Ada pula defile dari perwakilan masing-masing kecamatan.

Agustina menyebut pelaksanaan Dugderan tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Dia berharap perayaan serupa pada tahun mendatang dapat digelar lebih semarak lagi.

“Intinya, Dugderan menjadi titik awal mengantarkan masyarakat muslim untuk menyambut dan memulai ibadah puasa,” ujarnya seusai menabuh beduk di Balai Kota Semarang.

Dia juga menyoroti filosofi Warak Ngendog yang pada perayaan tahun ini diwajibkan "Ngendog" berarti bertelur sebagai simbol rezeki dan keharmonisan masyarakat.

Tradisi menyambut Ramadan dengan semarak Dugderan di Kota Semarang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |