jogja.jpnn.com, BANTUL - Menyongsong Hari Pers Nasional (HPN) 2026, sejumlah jurnalis di Kabupaten Bantul melakukan aksi refleksi dengan berziarah ke makam Fuad Muhammad Syafruddin atau yang akrab disapa Udin, di Dusun Gedongan, Desa Trirenggo, Bantul, Senin (9/2).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk konsistensi dalam merawat ingatan atas perjuangan jurnalis Harian Bernas tersebut yang gugur demi kebenaran.
Wartawan senior Sigit Purwita yang turut hadir dalam ziarah itu mengenang Udin sebagai sosok yang tak gentar menyuarakan fakta meski di bawah tekanan.
"Mas Udin bagi saya bukan sekadar teman, tetapi ia adalah pahlawan dalam profesi wartawan," ungkap Sigit.
Sigit menegaskan bahwa rasa keadilan belum terpenuhi karena sampai hari ini pembunuh Udin tidak pernah tertangkap.
Ia mendesak pihak berwenang untuk setidaknya memberikan transparansi terkait latar belakang kasus tersebut.
"Kami mendorong aparat menyampaikan kepada publik soal motif sebenarnya, meskipun pelaku tidak pernah ditangkap," tegasnya.
Aksi solidaritas ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir. Menurutnya, semangat Udin harus menjadi kompas moral bagi jurnalis masa kini dalam menjalankan tugas profesinya.



















































