jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, dan bebas kekerasan.
Hal itu diwujudkan melalui audiensi antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifatul Choiri Fauzi, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Heri Hermansyah, serta perwakilan unsur mahasiswa.
Menteri Brian menegaskan bahwa Kemdiktisaintek memberikan perhatian serius terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, juga memastikan penanganan yang komprehensif serta berkeadilan.
“Kami sangat menaruh perhatian besar pada isu tersebut, kami mendengar kegelisahan publik dan kami menyikapi ini dengan sangat serius," kata Menteri Brian, Jumat (17/4).
Sejak kabar itu muncul, Menteri Brian mengaku langsung berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rektor dari kampus terkait.
Diskusi bersama Menteri PPPA pada Kamis (16/4) adalah bentuk tindak lanjut untuk mengawal kasus tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa langkah yang diambil pihak kampus benar-benar tepat, dan kami pastikan penyelesaian kasus tidak akan berhenti di tengah jalan,” ujar Menteri Brian.
Selain penanganan kasus yang berlangsung, lebih lanjut MenPPPA menuturkan pentingnya penguatan pemahaman masyarakat terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual, termasuk yang bersifat nonfisik seperti verbal dan digital.




















































