Menlu Aragchi Yakin Sanksi Ekonomi Terbaru AS ke Iran Pasti Gagal

1 day ago 28

Menlu Aragchi Yakin Sanksi Ekonomi Terbaru AS ke Iran Pasti Gagal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.

jpnn.com - ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menanggapi pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merencanakan kampanye tekanan ekonomi berskala besar terhadap Iran.

Menlu Araghchi mengatakan ancamaan sanksi ekonomi terbaru dari AS terhadap Iran dipastikan gagal, apabila merujuk pada hasil percobaan sejumlah sanksi sebelumnya.

Araghchi menambahkan langkah yang disebut Trump sebagai "operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah ada" itu juga akan mengalami kegagalan serupa, seperti upaya-upaya Pemerintah AS di masa lalu.

"Empat belas tahun lalu, sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah, gagal. Delapan tahun lalu, tekanan maksimum, gagal," tulis Araghchi di platform, pada Jumat (21/8). Dia bahkan menyinggung kegagalan Trump lima bulan lalu yang menyerukan Iran menyerah tanpa syarat. Menlu

Ketegasan Menlu Araghchi itu ditunjukkan dengan mengunggah gambar mantan Presiden AS Barack Obama yang berisi pernyataan tahun 2012 dari Wakil Presiden AS saat itu, Joe Biden, yang menggambarkan tindakan terhadap Iran sebagai "sanksi paling melumpuhkan dalam sejarah sanksi".

Trump sebelumnya mengumumkan niatnya meluncurkan kampanye tekanan maksimum yang disebutnya sebagai "Perang Ekonomi dan Isolasi" untuk memutus seluruh saluran keuangan yang mendukung pemerintah Iran.

Dalam pengumuman tersebut, Trump memperingatkan negara-negara atau entitas yang memberi bantuan ekonomi kepada Iran akan menghadapi konsekuensi berat, dia juga mengajak sekutu AS untuk bergabung melumpuhkan keuangan Iran. (antara/jpnn)

Merespons Donald Trump, Menlu Iran Abbas Araghchi meyakini sanksi ekonomi terbaru AS terhadap Iran pasti gagal.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |