jpnn.com, JAKARTA - Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ menanggapi masalah yang muncul akibat terungkapnya kejahatan "penggorengan saham" yang mengguncang pasar modal Indonesia.
Menurut Mintarsih yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha tersebut, tumbuh kembang dan majunya perekonomian suatu negara tidak hanya berpengaruh kuat terhadap kesehatan jiwa masyarakat, tetapi juga membawa pengaruh besar terhadap sistem ketatanegaraan.
“Saya tidak perlu membahas terlalu luas tentang sistim ketatanegaraan. Namun, di antara yang saya ketahui soal ekonomi makro atau pasar modal, tentunya berkaitan erat dengan persoalan global dan citra negara," ujar Mintarsih kepada wartawan di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Dia menyebutkan sudah terjadi segala bentuk kejahatan yang dilakukan oleh para oknum yang diberi wewenang.
Namun, kerap kali tidak berlaku jujur. Informasi ini cepat atau lama, pastinya akan sampai ke Presiden.
“Sebab seperti yang saya katakan tadi, ekonomi makro tentunya erat dengan banyak perusahaan asing, negara-negara atau individu tertentu (pengusaha) dan menanamkan modalnya di perusahaan-perusahaan yang juga ada di Indonesia,” ujarnya.
“Maka sekali terungkap adanya "penggorengan saham" atau penghilangan saham orang-orang yang memang memiliki hak, lalu kemudian perusahaan dipaksakan IPO, pastinya akan sampai ke Presiden. Jadinya, wajar jika Presiden Prabowo marah," ungkap Mintarsih.
Ketika ditanyakan mengenai maksud dari kemarahan Presiden Prabowo, Mintarsih menjelaskan hal yang viral seperti kasus penghilangan saham di Blue Bird, ada hal yang memang tidak beres di Otoritas dan Pasar Modal Indonesia atau Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul tindakan hukum dari Bareskrim.



















































