jpnn.com - JAKARTA - Pengamat hukum dan kebijakan publik Mukhlis Ramlan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktik dugaan suap penerimaan mahasiswa baru seperti di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), di perguruan tinggi lain.
Mukhlis menilai OTT KPK yang mengamankan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dan sejumlah pejabat kampus menunjukkan masih adanya celah korupsi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, terutama pada program studi kedokteran.
"Jangan berhenti di Unsoed. KPK harus investigasi seluruh kampus," kata Mukhlis Ramlan, Jumat (21/8).
Menurut Mukhlis, dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa tidak semestinya dipandang sebagai persoalan internal satu perguruan tinggi.
Dia menduga pola serupa berpotensi terjadi di kampus lain apabila sistem pengawasan tidak diperkuat.
"Tertangkapnya Rektor Unsoed membuktikan bahwa celah korupsi dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran yang berbiaya tinggi, masih sangat menganga," tuturnya.
Mukhlis meminta KPK bersama kementerian terkait melakukan audit dan evaluasi terhadap mekanisme penerimaan mahasiswa, khususnya jalur mandiri yang dinilainya membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Dia menyoroti pentingnya transparansi dalam penentuan kuota, mekanisme seleksi, hingga penggunaan dana yang berkaitan dengan penerimaan mahasiswa.















.jpeg)





































