bali.jpnn.com, DENPASAR - Anggota DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan keprihatinan atas kasus penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat di Indonesia.
Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia, menjadi gerbang masuk peredaran obat terlarang tersebut.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat aktif dalam menangani isu narkoba di Indonesia ini menekankan bahwa peredaran narkoba bukan hanya isu penegakan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan bangsa.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara BNN, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pemberantasan narkoba khususnya di Bali.
“Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba di Indonesia sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman serius ini.
Kolaborasi sangat penting baik BNN, penegak hukum, pemerintah dan masyarakat,” ujar Aboe Bakar Al-Habsyi saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Minggu (12/4) kemarin.
Kepala BNNP Bali Brigjen Budi Sajidin mendorong pembentukan pusat rehabilitasi terpadu milik daerah.
Ia juga mendorong penguatan tim terpadu lintas instansi, serta penerapan kebijakan dekriminalisasi dan depenalisasi bagi penyalahguna murni yang diarahkan ke jalur rehabilitasi melalui asesmen terpadu.

















































