jpnn.com - Foto di museum Mukalla ini tidak asing di literatur Nusantara: Sayyid Abubakar bin Syeikh Al-Kaff. Berpeci hitam tinggi.
Anda sudah tahu siapa ia: masih keluarga orang terkaya di seluruh tanah Melayu: Syekh Salim bin Abdullah Al-Kaff.

Kekayaan Syekh Salim meluas. Mulai dari Batavia (Jakarta), Singapura, Johor sampai pun ke Malaka. Ia mirip Oei Thiong Ham dari Semarang: orang terkaya di seluruh Asia Tenggara setelah zaman Al-Kaff.
Ada orang Hadramaut lain yang juga tidak kalah dengan Al-Kaff. Namanya Al-Junaid. Ia orang terkaya setelah Al-Kaff dan setelah Thiong Ham. Sisa-sisa kejayaan Al-Junaid masih terasa di Singapura, pun sampai sekarang.
Tidak dengan Al-Kaff. Kekayaannya dihabiskan untuk wakaf. Di mana-mana. Di Jakarta. Di Singapura. Di Johor. Di Malaka. Lebih banyak lagi di Hadramaut –satu provinsi di Yaman Selatan.
Anda sudah tahu: saking kayanya Al-Kaff sampai Sultan Johor kala itu mengizinkannya punya mata uang sendiri. Yakni mata uang yang khusus beredar di kawasan perkebunan karet yang mahaluas di sana.
Museum ini tidak terlalu tua: dibangun tahun 1931. Saat ini sedang direnovasi. Banyak bagian bangunan berlantai dua itu rusak. Maklum, istana Sultan Hadramaut ini dibangun dengan bahan tanah. Bukan semen. Begitulah umumnya bangunan di sana.

.jpeg)



















































