jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta merespons kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di Daycare Little Aresha. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memastikan pemerintah daerah akan memberikan perlindungan menyeluruh bagi para korban dan keluarga.
Langkah ini diambil setelah Hasto bertemu langsung dengan perwakilan orang tua korban di rumah dinasnya pada Minggu (26/4).
Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu, Hasto mendengar langsung bagaimana kondisi anak-anak yang menunjukkan gejala gangguan psikologis pascakejadian.
Menyikapi keluhan para orang tua, Hasto menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah kesehatan mental dan fisik anak.
Pemkot Yogyakarta akan menerjunkan tim ahli yang terdiri dari psikolog anak untuk menangani trauma dan tanda-tanda gangguan psikologis.
Mereka juga akan mencari ahli gizi untuk memastikan asupan dan perkembangan anak tetap terjaga, serta ahli parenting untuk mendampingi orang tua dalam menghadapi situasi darurat ini.
"Kami menganggap ini adalah langkah emergency. Anak-anak menunjukkan tanda-tanda kurang sehat secara psikologis sehingga pendampingan harus segera dilakukan," ujar Hasto.
Selain pemulihan, Hasto juga sempat menawarkan untuk mencari daycare alternatif yang aman agar para orang tua dapat kembali beraktivitas tanpa rasa cemas.



















































