jpnn.com, BANDUNG - Halte untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik di Kota Bandung sudah mulai dikerjakan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyebut total terdapat 232 halte yang akan dibangun di wilayah Kota Bandung sebagai bagian darurat pengembangan layanan BRT di kawasan Cekungan Bandung.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung Ferlian Hadi mengatakan, pembangunan halte tersebut merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan yang mencakup wilayah Cekungan Bandung.
"Untuk halte off coridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota abang dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi," kata Ferlian dalam keterangannya, Sabtu (7/3).
Ferlian menyebut, ratusan halte tersebut tersebar di 22 kecamatan di Kota Bandung. Selanjutnya, halte yang dibangun terbagi ke dalam tiga jenis.
Dari 232 titik halte di Kota Bandung, sebanyak 172 titik merupakan bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter, serta 4 titik berupa big shelter.
Untuk halte berukuran besar atau big shelter, rencananya akan dibangun di empat lokasi strategis, yaitu Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong.
Jika melihat status jalan, sebanyak 38 titik halte berada di jalan nasional, 45 titik di jalan provinsi, dan 149 titik di jalan kota.



















































