jpnn.com - JAKARTA - Pemerintah memastikan kebutuhan konsumsi untuk komoditas pangan pokok strategis seperti beras, gula, dan jagung pakan dapat dipenuhi dari pasokan hasil produksi petani Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono mengatakan bahwa tidak ada importasi beras dan gula konsumsi pada 2026.
"(Gula) konsumsi tidak ada impor. Jadi, untuk (gula) konsumsi, tidak ada impor. Impor beras konsumsi (juga) tidak ada. Beras industri tidak jadi. Kalau konsumsi, hampir semuanya sudah swasembada," kata Tatang dalam keterangan di Jakarta, Kamis (1/1).
Dalam pembahasan Neraca Komoditas (NK) Tahun 2026 yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), kesepakatan yang dibuat lebih mengutamakan pasokan dari produksi dalam negeri.
"Semua yang kami putuskan itu adalah usulan dari pelaku usaha, kemudian diverifikasi oleh teman-teman kementerian lembaga teknis terkait. Semoga putusan ini bisa memenuhi seluruh harapan," ungkapnya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pihaknya senantiasa berpihak pada kepentingan petani dan peternak dalam negeri.
Untuk 2026, ujar Amran, pemerintah dalam komando Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen menjaga petani dan peternak pangan Indonesia.
“Petani dan peternak tidak boleh rugi, mereka harus sejahtera. Hasil kerja keras mereka harus dapat disalurkan ke masyarakat Indonesia," kata Amran.






















































