jabar.jpnn.com, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menargetkan produksi jagung mencapai sekitar 112 ribu ton pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Target tersebut ditopang oleh proyeksi peningkatan produktivitas petani di sejumlah wilayah sentra jagung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengatakan Kabupaten Majalengka saat ini mampu menempati peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung, yang menunjukkan perkembangan komoditas tersebut berjalan konsisten.
“Majalengka mampu menempati peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung. Ini menunjukkan komoditas jagung terus berkembang secara konsisten,” kata Gatot.
Ia menjelaskan target produksi jagung 2026 didukung oleh proyeksi luas tanam sekitar 15.460 hektare dengan perkiraan luas panen mencapai 14.842 hektare.
Adanya selisih antara luas tanam dan panen tersebut disebabkan oleh panen lintas tahun.
“Tanaman jagung yang ditanam pada Oktober hingga Desember 2025 akan dipanen pada 2026. Sementara yang ditanam pada periode yang sama di 2026 akan dipanen pada 2027,” ujarnya.
Gatot menyebutkan lahan jagung di Kabupaten Majalengka tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Majalengka, Bantarujeg, Maja, dan Banjaran.



















































