jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar doa bersama lintas agama sebagai refleksi akhir tahun dan persiapan menyambut Tahun Baru 2026.
Doa bersama ini dipimpin oleh para tokoh agama dari perwakilan Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Buddha, Konghucu, dan Hindu yang berlangsung di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor.
Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual bagi jajaran pemerintahan Kota Bogor untuk mensyukuri berbagai capaian sepanjang tahun 2025 sekaligus memohon keberkahan dalam menghadapi tahun mendatang.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa doa memiliki kekuatan batin yang penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Dengan dilantunkannya doa-doa tadi, kami merasa senang. Mudah-mudahan doa ini tidak berhenti dan selalu dipanjatkan untuk tugas-tugas kita yang tidak mudah dan tidak ringan,” ujar Dedie Rachim.
Ia menuturkan bahwa perjalanan pemerintahan selama tahun 2025 tidak terlepas dari berbagai dinamika dan persoalan yang memerlukan penyelesaian secara bersama.
Menurutnya, dukungan spiritual serta kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam memperkuat kinerja Pemkot Bogor dalam memberikan pelayanan publik.
“Sepanjang 2025, kita menghadapi berbagai dinamika dan tantangan, sekaligus capaian pembangunan yang patut kita syukuri,” katanya.



















































