jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan menekan potensi inflasi di tengah gejolak geopolitik global.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah menggelar intervensi pasar melalui program Pasar Murah guna menjaga daya beli masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pemerintah daerah saat ini terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan energi di pasar.
Pemkot Surabaya juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga dalam beberapa waktu ke depan.
Menurutnya, dinamika geopolitik global berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk harga energi dan kebutuhan pokok.
Oleh karena itu, Pemkot Surabaya melakukan langkah mitigasi sejak dini agar dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat.
“Ini sudah kami rapatkan berulang kali dengan semua stakeholder terkait kemungkinan inflasi. Kami lihat skala harga sampai minggu depan karena dengan Selat Hormuz yang diblokir dan semakin masifnya perang ini, kami khawatir ketika harga minyak naik otomatis akan mempengaruhi harga semua barang di Indonesia, khususnya Surabaya,” ujar Eri, Jumat (6/3).
Dia menegaskan prioritas utama pemerintah kota adalah menjaga stabilitas ekonomi daerah agar gejolak global tidak memicu lonjakan harga yang sulit dikendalikan di tingkat lokal.

















































