jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan integrasi 'Satu Data Satu Peta' berbasis rekam medis elektronik untuk memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr Billy Daniel Messakh mengatakan pengumpulan data dilakukan secara masif melalui 63 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota.
“Dinas Kesehatan melalui 63 puskesmas berjalan bersama. Kami turun ke seluruh wilayah kerja di Kota Surabaya dari Puskesmas untuk mengambil data,” kata dr Billy, Jumat (24/4).
Dia menjelaskan seluruh data kesehatan warga diinput melalui sistem digital yang telah dikembangkan dan dilakukan secara langsung di lapangan.
“Nah, aplikasi kami yang baru dibuat untuk merekam data pengambilan itu langsung dimasukkan lewat digital,” jelasnya.
Program tersebut dijalankan melalui skema home visit yang turut melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) agar pendataan lebih menyeluruh.
“Nama programnya kami Home Visit. Nanti akan kami gandengkan juga dengan punyanya KSH (Kader Surabaya Hebat),” ujarnya.
Data tersebut nantinya akan dipetakan berdasarkan jenis penyakit dan wilayah sebarannya. Dengan demikian, Dinkes Surabaya dapat memantau peta persebaran penyakit secara lebih akurat.

















































