jpnn.com, TANGSEL - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) merespons keresahan warga yang viral di media sosial terkait memburuknya kualitas udara.
Pemkot Tangsel akan melakukan langkah-langkah yang lebih taktis dan transparan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin menegaskan pihaknya memilih untuk melakukan pendekatan tanggung jawab bersama (shared responsibility).
Pemkot Tangsel enggan terjebak dalam narasi saling menyalahkan terkait fenomena polusi lintas batas yang kerap menjadi perdebatan.
"Pemkot Tangsel menyadari sepenuhnya keresahan warga. Penurunan kualitas udara ini adalah fakta yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Kami tidak akan mencari alasan teknis atau geografis untuk membenarkan kondisi ini," ujar Asep dalam siaran persnya, Minggu (3/5/2026).
Dia menambahkan fokus saat ini adalah solusi nyata melalui kebijakan progresif dan penegakan aturan secara ketat.
Asep menjelaskan meskipun polusi tidak mengenal batas administratif (transboundary pollution), Pemkot memilih untuk memprioritaskan variabel yang berada di bawah kendali penuh pemerintah daerah.
Hal ini mencakup pengendalian emisi kendaraan lokal serta penghentian total praktik pembakaran sampah ilegal di tengah pemukiman.






















































