jateng.jpnn.com, GROBOGAN - Tim Traffic Accident Analysis (TAA) diterjunkan dalam kecelakaan maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs Toyota Avanza yang menewaskan lima orang pengantar jemaah calon haji di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng).
Insiden ini terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Jalan Tuko-Sidorejo pada Jumat (1/5) sekitar pukul 02.52 WIB.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng Kombes Pratama Adhyasastra mengatakan telah menggunakan teknologi TAA berbasis 3D Scanner untuk merekam kondisi lokasi kejadian secara presisi.
Cara ini untuk menganalisis penyebab kecelakaan secara ilmiah dan akurat yang dipadankan dengan keterangan saksi serta barang bukti.
“Melalui teknologi TAA 3D Scanner, kami dapat merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi di lokasi kejadian,” kata Kombes Pratama, Minggu (3/5).
Untuk diketahui, tabrakan maut kereta jarak jauh Jakarta Gambir-Surabaya Pasarturi dengan mobil Toyota Avanza putih menewaskan lima orang pengantar jemaah calon haji.
Saat kejadian kereta Argo Bromo Anggrek melaju dari barat ke timur. Pada saat bersamaan, Avanza dengan nomor polisi H 1060 ZP dari selatan ke utara yang melintasi rel mengalami mati mesin hingga kecelakaan tak terhindarkan.
Akibat kerasnya benturan, mobil pabrikan Jepang ini terpental hingga 20 meter hingga terjebur ke area persawahan di sisi selatan rel.



















































