kalsel.jpnn.com, BANJARBARU - Realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif dalam mendukung pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan total penyaluran mencapai Rp 863,99 miliar atau 16,76 persen dari target Rp 5,15 triliun, dengan jumlah debitur sebanyak 12.546 orang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel Catur Ariyanto Widodo menyampaikan capaian tersebut didominasi oleh penyaluran KUR konvensional sebesar Rp 836,63 miliar atau 96,83 persen, sementara KUR syariah sebesar Rp 27,35 miliar atau 3,17 persen.
“Penyaluran KUR di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang cukup baik pada awal tahun ini. Hal itu menjadi indikasi bahwa akses pembiayaan bagi UMKM semakin terbuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Catur di Banjarmasin, Senin.
Secara nasional, Kalimantan Selatan berada pada peringkat ke-17 dalam penyaluran KUR, serta menempati posisi ke-5 di regional Kalimantan.
Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai Rp 307,28 miliar atau 35,57 persen kepada 5.609 debitur.
Sementara itu, skema mikro mendominasi penyaluran dengan nilai Rp 572,29 miliar atau 66,24 persen kepada 11.436 debitur.
Dari sisi wilayah, Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi sebesar Rp 151,27 miliar kepada 1.833 debitur.
Disusul Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp 117,28 miliar kepada 1.180 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp 91,87 miliar kepada 1.469 debitur.


















































