jateng.jpnn.com, KUDUS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab ratusan siswa SMAN 2 Kudus mengalami gejala mual, muntah, dan pusing seusai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kudus Abdul Hakam mengungkapkan sampel yang diuji tidak hanya sisa makanan, tetapi juga muntahan siswa.
“Selain sisa makanan yang disajikan, yakni soto, juga ada sampel muntahan siswa untuk dilakukan pengujian di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan BPOM,” ujarnya, Senin (2/2).
Dia menjelaskan hasil uji laboratorium untuk memastikan ada tidaknya kandungan yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut diperkirakan keluar dalam waktu lima hari hingga sepekan.
Terkait kabar adanya seorang siswi SMAN 2 Kudus yang meninggal dunia, Abdul Hakam menegaskan hal itu tidak berkaitan dengan dugaan keracunan makanan.
“Setelah kami telusuri, siswi tersebut memiliki riwayat penyakit kanker yang sudah cukup lama. Jadi meninggalnya tidak ada korelasinya dengan dugaan keracunan MBG,” tegasnya.
Dia juga menyebutkan tim dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah maupun pusat sebelumnya sudah melakukan kunjungan untuk membantu proses penanganan dan penelusuran kasus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kudus Darsono menambahkan, pengiriman sampel ke laboratorium dilakukan pada Kamis (29/1), bertepatan dengan hari kejadian.

















































