Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Kudus Masih Ditelusuri

3 weeks ago 35

Selasa, 03 Februari 2026 – 07:55 WIB

Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Kudus Masih Ditelusuri - JPNN.com Jateng

Sejumlah tim medis dan ambulans bersiap di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, saat terjadi dugaan keracunan makanan. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

jateng.jpnn.com, KUDUS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab ratusan siswa SMAN 2 Kudus mengalami gejala mual, muntah, dan pusing seusai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes Kudus Abdul Hakam mengungkapkan sampel yang diuji tidak hanya sisa makanan, tetapi juga muntahan siswa.

“Selain sisa makanan yang disajikan, yakni soto, juga ada sampel muntahan siswa untuk dilakukan pengujian di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan BPOM,” ujarnya, Senin (2/2).

Dia menjelaskan hasil uji laboratorium untuk memastikan ada tidaknya kandungan yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut diperkirakan keluar dalam waktu lima hari hingga sepekan.

Terkait kabar adanya seorang siswi SMAN 2 Kudus yang meninggal dunia, Abdul Hakam menegaskan hal itu tidak berkaitan dengan dugaan keracunan makanan.

“Setelah kami telusuri, siswi tersebut memiliki riwayat penyakit kanker yang sudah cukup lama. Jadi meninggalnya tidak ada korelasinya dengan dugaan keracunan MBG,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan tim dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Tengah maupun pusat sebelumnya sudah melakukan kunjungan untuk membantu proses penanganan dan penelusuran kasus tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kudus Darsono menambahkan, pengiriman sampel ke laboratorium dilakukan pada Kamis (29/1), bertepatan dengan hari kejadian.

Dinkes Kudus uji sisa makanan dan muntahan siswa untuk ungkap penyebab dugaan keracunan MBG di SMAN 2. Hasil lab diperkirakan keluar dalam sepekan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |