Peringati Hari Hemofilia Sedunia, HMHI Serukan Pentingnya Diagnosis, First Step To Care 

4 hours ago 17

Peringati Hari Hemofilia Sedunia, HMHI Serukan Pentingnya Diagnosis, First Step To Care 

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) dan The World Federation of Hemophilia (WFH) mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya deteksi dini hemofilia dan gangguan perdarahan lainnya. Foto dok HMHI

jpnn.com, JAKARTA - Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) dan The World Federation of Hemophilia (WFH) mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya deteksi dini hemofilia dan gangguan perdarahan lainnya, termasuk von Willebrand Disease sebagai langkah awal tata laksana penyakit tersebut.

Ajakan tersebut dilakukan sekaligus dalam memperingati hari Hemofilia Sedunia 2026 yang jatuh setiap tanggal 17 April melalui kampanye dengan “menyalakan” beberapa ikon atau penanda kota Jakarta yaitu Monas dan Bundaran Hotel Indonesia (HI), dengan warna merah.

Hal ini merupakan bentuk realisasi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan hemofilia dan kelainan perdarahan lainnya.

Mengusung tema “Diagnosis: First step to care”, World Federation of Hemophilia memiliki keyakinan bahwa peningkatan laju diagnosis kelainan perdarahan bisa mendorong pengobatan yang lebih optimal guna meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

"Diagnosis yang akurat merupakan pintu gerbang menuju pelayanan dan pengobatan bagi orang dengan gangguan perdarahan. Namun, di dunia, berbagai hambatan masih memperlambat bahkan menghalangi proses diagnosis sehingga angka diagnosis tetap sangat rendah,” ujar Cesar Garrido, Presiden WFH.

"Oleh karena itu pada 17 April, saya mengajak komunitas global untuk bersatu memperjuangkan penguatan kapasitas diagnosis di seluruh dunia—karena tanpa diagnosis tidak ada pengobatan, dan tanpa pengobatan tidak akan ada kemajuan," imbuhnya.

Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah yang terjadi akibat kekurangan faktor VIII pada hemofilia A dan kekurangan faktor IX pada hemofilia B.

Gejala khas yang sering muncul adalah lebam-lebam, pembengkakan sendi yang disertai nyeri dan gangguan gerak, perdarahan sulit berhenti pada organ lain seperti mimisan, gusi berdarah hingga perdarahan setelah tindakan medis seperti cabut gigi atau sunat.

Diagnosis hemofilia dimulai dengan pengenalan gejala perdarahan, diikuti pemeriksaan sederhana seperti darah tepi lengkap.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |