jpnn.com - Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pelita Air Service tipe AT-802 yang jatuh di wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2), diduga disebabkan cuaca buruk.
"Pesawat diawaki satu orang pilot dan berdasarkan hasil evakuasi di lokasi, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo di Tarakan, Kamis.
Pesawat pengangkut BBM yang jatuh diawaki seorang pilot yakni Kapten Hendrik yang ditemukan meninggal dunia.
Insiden terjadi saat pesawat melayani rute pengangkutan BBM dari Tarakan menuju Krayan.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 itu lepas landas dari Tarakan pukul 12.10 WITA menggunakan runway 22.
Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer.
Awan rendah (cloud base) terpantau broken di ketinggian 1.400 feet dengan suhu 23,9 derajat Celsius.
"Beberapa menit kemudian, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22," ujar Andreas.


















































