bali.jpnn.com, JEMBRANA - Distan Pangan Bali memutuskan melakukan lockdown, melarang lalu lintas ternak sapi dan kerbau keluar dan masuk Kabupaten Jembrana.
Keputusan itu diterima dengan lapang dada oleh peternak Jembrana yang terdampak penyebaran Lumpy skin Disease (LSD).
Tercatat 28 ekor sapi milik peternak Jembrana terpapar penyakit LSD.
Anggota DPRD Bali dari Daerah Pemilihan Jembrana I Gede Ghumi Asvatham mengatakan kebijakan lockdown ini berdampak ekonomi bagi peternak.
Namun, sejauh ini peternak sapi di Kabupaten Jembrana kooperatif, mengikuti arahan Distan Pangan Bali dan Kementerian Pertanian.
“Saya belum tahu kerugian secara pastinya ya, tetapi saya yakin pasti ada kerugian.
Saya berharap dengan kooperatifnya peternak dengan pemerintah, kasus LSD bisa ditangani dengan cepat.
Mereka (peternak) ingin juga cepat teratasi, tidak menyebar ke kabupaten lain,” ujar Gede Ghumi Asvatham dilansir dari Antara.


















































