jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kasus Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026.
Data Dinas Peternakan Jawa Timur mencatat, jumlah kasus PMK mencapai 839 ekor per 26 Januari 2026, dengan penambahan kasus menembus lebih dari 30 ekor per hari.
Sebelumnya, pada 25 Januari 2026, tercatat 803 kasus PMK. Artinya, hanya dalam satu hari terjadi penambahan 36 kasus baru.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 221 ekor sapi dilaporkan sembuh, sedangkan 605 ekor lainnya masih berstatus sakit dan menjalani penanganan intensif.
Selain itu, delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK, sedangkan lima ekor lainnya terpaksa dipotong paksa untuk mencegah penyebaran virus.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, lonjakan kasus PMK pada Januari 2026 didominasi menyerang sapi pedaging.
“Memang pada Januari 2026 ada peningkatan kasus PMK, kebanyakan terjadi pada sapi pedaging,” kata Emil di Surabaya, Selasa (27/1).
Menurut Emil, salah satu faktor utama meningkatnya kasus PMK adalah tingginya pergerakan hewan ternak menjelang Hari Raya Iduladha. Selain itu, kondisi cuaca juga turut memengaruhi penyebaran virus.

















































