jpnn.com - Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Riau melibatkan lima orang ahli untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus memastikan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
Lima ahli tersebut diterjunkan langsung ke lokasi kebakaran di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL), Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis yang terjadi pada pekan awal Agustus 2026 lalu.
Penyidikan dilakukan dengan pendekatan scientific investigation, sehingga setiap proses pemeriksaan tidak hanya mengandalkan temuan di lapangan, tetapi juga diperkuat dengan kajian dan bukti ilmiah.
Kelima ahli yang dilibatkan memiliki kompetensi berbeda, yakni ahli kebakaran Prof. Bambang Hero Saharjo, ahli kerusakan lingkungan dari IPB Prof. Basuki Wasis, ahli lingkungan Ir. Nelson Sitohang, ahli perkebunan Herman Marbun, serta ahli pemetaan.
“Penanganan perkara Karhutla yang kami lakukan ini sangat serius dan tidak sembarangan,” kata Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Jumat (21/8).
Ia menjelaskan, tim ahli bersama penyidik yang dipimpin AKBP Teddy Ardian telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi yang terbakar.
“Kajian meliputi karakteristik dan pola kebakaran, titik awal api, kondisi lahan dan vegetasi, hingga faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” jelas Ade.
Kombes Ade memastikan penanganan tidak berhenti pada pencarian penyebab api, penyidik juga meminta para ahli mengidentifikasi dan menghitung tingkat kerusakan lingkungan.






















































