jpnn.com, JAKARTA - Beredar informasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sebesar 10 persen yang berlaku mulai 1 April 2026.
Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan harga BBM subsidi berada langsung di tangan Presiden Prabowo Subianto.
"Insyaallah saya yakinkan Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan kondisi masyarakat," ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Selain itu, Bahlil memastikan penyesuaian harga minyak hanya menyasar ke BBM nonsubsidi, salah satunya adalah pertamax.
BBM jenis RON 95 dan RON 98 selama ini digunakan kelompok masyarakat mampu serta sektor usaha.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penentuan harga BBM nonsubsidi telah diatur dalam regulasi pemerintah.
Bahkan, Bahlil mengaku kenaikan harga BBM tersebut selalu mengikuti pergerakan harga energi di pasar global.
"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3).





















































