jpnn.com, JAKARTA - Sukarelawan Pro Prabowo (Probo) menyatakan tidak akan melaporkan Amien Rais atas pernyataannya dalam video bertajuk "Juahkan Istana dari Skandal Moral" yang kontroversial. Sebab, kritik merupakan bagian dari demokrasi yang dijamin oleh undang-undang.
"Kritik itu dilindungi oleh undang-undang, kita hidup di dalam negara yang demokrasi," kata Ketua Umum DPP Probo M. Rizky Hidayatullah setelah acara peluncuran portal mereka di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta, Jumat (15/5).
Rizky menyatakan tidak akan serta-merta atau reaktif dalam menyikapi suatu kritik di ruang publik. Probo, kata dia, ingin menjaga semangat demokrasi tetap sehat tanpa harus menempuh langkah hukum.
“Kami menyikapi kritik itu dengan dewasa, tidak tiba-tiba kami menyikapi kritik itu dengan langkah-langkah yang kira-kira mengurangi semangat demokrasi tadi,” tuturnya.
Adapun dalam pernyataan yang disampaikan video itu, pendiri Partai Ummat itu menuduh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mempunyai hubungan "di luar batas" dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan Amien menuding Teddy sebagai seorang gay. Kementerian Komunikasi dan Digital telah menurunkan video pernyataan Amien dengan alasan hoaks serta fitnah.
Majelis Syuro Partai Ummat Ustaz Idrus Sambo bahkan menegaskan bahwa Amien Rais siap menghadapi konsekuensi atas ucapannya, baik secara hukum maupun agama.
Menurut Rizky, ketimbang menguras energi untuk bereaksi secara berlebihan terhadap kritik, Probo lebih baik mendukung dan mengampanyekan program-program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada rakyat dan memperkuat kemandirian nasional.
Probo pun telah meluncurkan portal sukarelawan pro-prabo.com. “Buat kami ini bukan sekedar website, ini ruang bersama tempat relawan bisa saling terhubung, berbagi informasi, menyampaikan gagasan, sampai mengorganisir kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat,” ujar Rizky.






















































