jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Perubahan iklim menjadi persoalan yang kini dihadapi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Petani khawatir perubahan alam bisa berdampak pada gagal panen dan kerugian dari segi keuangan.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) DIY Sumantara mengatakan dampak yang sudah dirasakan, yaitu kemarau panjang dan kenaikan muara air.
"Kenaikan muara air membuat tanah menjadi asin. Di Kretek dan Srigading, sepanjang pantai selatan tanaman cabai itu kan kecil-kecil, enggak besar seperti dahulu. Itu bagian dari naiknya air laut," katanya, Selasa (12/5).
Dalam menghadapi perubahan iklim, Sumantara mengatakan pentingnya intervensi teknologi dalam sektor pertanian.
Teknologi dalam sektor pertanian diharapkan dapat meminimalisir dampak yang dihasilkan dari perubahan iklim.
“Jika kesalahan tanaman itu terjadi, yang terjadi adalah gagal panen," katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong peran pemangku kebijakan lebih memperhatikan petani dan perubahan iklim yang mengintai.
Menurutnya, untuk menghadapi perubahan iklim berupa kemarau panjang dibutuhkan embung di sejumlah titik.



















































