kaltim.jpnn.com, SAMARINDA - Bank Indonesia (BI) memprediksi ekonomi Kaltim akan tumbuh lebih tinggi pada tahun ini.
Pertumbuhan tersebut didorong kuat oleh sektor industri pengolahan serta sektor konstruksi yang dan berkat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto menyampaikan meski pertumbuhan ekonomi nasional masih membayangi tantangan global, seperti ketidakpastian internasional dan terbatasnya permintaan dunia, Kaltim memiliki daya tawar yang berbeda.
"Pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi tetap meningkat dengan adanya potensi kinerja positif dari sektor industri pengolahan dan konstruksi," kata Bayuadi di acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 dan FGD Perekonomian Kaltim di Kantor BI Kaltim, Rabu (29/1).
Bayuadi menjelaskan pada sektor konstruksi, kekuatan pertumbuhan didorong kelanjutan pembangunan IKN, khususnya pada pengembangan ekosistem legislatif dan yudikatif.
Dia mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk pembangunan kedua ekosistem tersebut pada 2026 diprakirakan naik enam persen (yoy) dibandingkan anggaran 2025.
Sementara itu, pada sektor industri pengolahan, peningkatan kinerja akan dipicu penambahan kapasitas kilang (refinery) yang mulai beroperasi optimal.
Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan sinyal positif.

















































