Ramos Horta Undang Megawati ke Timor-Leste Terima Medali Tertinggi

2 hours ago 18

Ramos Horta Undang Megawati ke Timor-Leste Terima Medali Tertinggi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Timor-Leste Jose Ramos Horta bersama Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di sela-sela acara Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: Monang Sinaga

jpnn.com, ABU DHABI - Presiden Timor-Leste Jose Ramos Horta secara resmi mengundang Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri untuk berkunjung ke Timor-Leste. Kunjungan itu bertujuan agar Megawati dapat menerima penghargaan tertinggi negara, medali Grand Colar Ordem de Timor-Leste, sebagai apresiasi atas jasanya memperkuat persahabatan kedua negara. Undangan disampaikan dalam pertemuan kedua tokoh di sela-sela acara Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, yang hadir dalam pertemuan tersebut mengutip ucapan Presiden Ramos Horta.

“Kami menyampaikan, bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste semakin kokoh. Timor Leste telah menjadi anggota ASEAN, dan kerja sama perdagangan kedua negara terus meningkat. Bahasa Indonesia masih digunakan oleh warga Timor Leste. Maka dari itu, kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan peran Megawati dalam mendorong hubungan bilateral kedua negara," ujar Presiden Jose Ramos Horta.

Lebih lanjut, Ramos Horta menyampaikan undangan resmi tersebut.

"Kami mengundang Ibu Megawati untuk berkunjung ke Timor-Leste untuk menerima penghargaan tertinggi medali Grand Colar Ordem de Timor-Leste dari Pemerintah Timor Leste atas jasa Ibu Megawati dalam persahabatan kedua negara. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia dan Raja Brunei Darussalam," lanjut Presiden Jose Ramos Horta.

Megawati menyambut baik undangan tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih atas undangan Presiden Jose Ramos Horta dan bersedia untuk melakukan kunjungan ke Timor Leste," ujar Megawati.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin juga membahas ideologi Marhaenisme yang dicetuskan Bung Karno. Megawati menjelaskan, "Marhaenisme adalah ideologi yang diciptakan Bung Karno setelah berjumpa dan berdialog dengan seorang petani di Bandung bernama Pak Marhaen. Intinya, marhaenisme mengajarkan agar kita berdikari, berpijak di atas kaki sendiri, dan berdaulat."

Kedekatan kedua tokoh terlihat saat menghadiri Gala Dinner setelah seremoni Zayed Award 2026. Menurut Zuhairi Misrawi, mereka duduk bersebelahan dan berbincang dengan akrab, serta berfoto bersama seusai acara. (tan/jpnn)


Presiden Timor-Leste Jose Ramos Horta undang Megawati ke negaranya untuk terima medali tertinggi, sebagai bentuk apresiasi atas jasanya.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |