jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya menargetkan efek ganda seiring puluhan Industri Kelas Menengah (IKM), naik kelas.
Kadisperinaker Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, dengan naiknya skala usaha 36 IKM tersebut, diharapkan kebutuhan akan tenaga kerja juga meningkat.
Terlebih lagi pemberangkatan berbagai produk, dari para pelaku usaha tersebut dilakukan dalam rangkaian acara Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Rabu (8/4).
"Kami memberikan coaching clinic kepada 80 pelaku usaha tersebut. Setelah dikurasi secara mendalam, kami menemukan 36 perusahaan yang dinyatakan benar-benar siap untuk ekspor, dan dipertemukan langsung dengan para pembeli," ungkap Hebi.
Hebi menegaskan bahwa target utama dari festival ini bukan sekadar angka ekspor, melainkan dampak turunannya terhadap kesejahteraan warga Surabaya
Selain hadir offline, lanjut Hebi, ada 3 negara yang terhubung melalui Zoom, yaitu dari Singapura, Oman, dan Hongkong.
“Seluruh pembeli baik yang hadir langsung maupun daring melakukan pembelian. Total transaksi yang tertuang dalam Letter of Intent mencapai 2,7 juta US Dollar," jelas Hebi.
Dia berharap, Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif.


















































